Maka dengan lantang dan
tanpa ragu pasti mereka akan menjawab,
“Saya ingin jadi guru Buk!”
“Saya ingin jadi apoteker
Buk!”
“Saya ingin jadi dokter
Buk!”
“Saya ingin jadi tentara
Buk!”
“Saya ingin jadi polisi
Buk!”
Akan banyak lagi jawaban
mereka terkait cita-cita. Apakah itu mulai dari yang nantinya akan berbaju
seragam ataupun hidup bebas sebagai pengusaha. Tapi terserah apapun yang mereka
inginkan. Terserah mereka akan menjadi orang sukses seperti apa nantinya, yang
terpenting mereka punya cita-cita!
Lalu bagaimana dengan
anak-anak yang ada di pelosok negeri? Bagaimana nasib mereka? Bagaimana mereka
nanti saat dewasa jika sekarang saja ketika ditanya tentang cita-cita, mereka
hanya tertunduk. Tertawa polos melihatkan deretan gigi mereka. Semua itu bukan
karena mereka malu, melainkan mereka tidak tahu!
Bukan seorang dua orang.
Tapi kebanyakan anak seperti itu. Jadi apa mereka nanti setelah besar
jika dari sekarang saja mereka tidak tahu apa yang akan mereka kerjakan setelah
dewasa nanti?
Kita sama-sama tahu,
cita-cita adalah salah satu tujuan hidup. Orang yang punya cita-cita saja
terkadang dapat berbelok-belok arah hidupnya, lalu bagaimana dengan mereka yang
tidak punya cita-cita? Pasti jalan hidup yang mereka tuju takkan terarah.
Mereka bingung. Dan bahkan mereka yang tidak punya cita-cita dan tujuan hidup
ini, akhirnya putus sekolah.
Kenapa? Karena mereka tidak
punya alasan untuk sekolah. Mereka berpikir, percuma saya sekolah, toh akhirnya
saya akan tetap bekerja juga.
Tapi bekerja seperti apa
yang mereka maksud? Pasti bekerja yang hanya mengandalkan tenaga dan
otot. Bukan mengandalkan otak.
Kita selalu berkoar-koar.
Indonesia kaya. Indonesia kaya. Tapi buktinya kebanyakan rakyat Indonesia masih
hidup dengan ekonomi rendah. Kenapa? Karena sumber daya manusianya yang kurang.
Lalu siapa yang bertanggung
jawab atas kemajuan negeri ini?
Jawabannya adalah saya,
anda, kita semua.
Apalagi kita yang sebagai
pemuda. Nasib Indonesia yang akan datang dilihat dari bagaimana kita sebagai
pemuda Indonesia hari ini. Oleh karena itu, bangunlah wahai para pemuda!
Ayo menjadi guru yang menginspirasi dan membangkitkan semangat anak
negeri! Mari berpartisipasi membangun mimpi-mimpi anak negeri hingga nanti
mereka akan lahir sebagai pemuda yang berpotensi dan berkompentensi. Hingga
nanti pada akhirnya, Indonesia jaya tak hanya lagi sekedar mimpi.
Oleh : Sri Wahyuni
Oleh : Sri Wahyuni

Tidak ada komentar:
Posting Komentar